GenSet berkolaborasi dengan Gilang Propagila · Agustus 31, 2026
Zine ini merupakan hasil dari lokakarya “Gender Journey, Menjelajahi Kesetaraan dari Rumah hingga Ruang Publik”
Rinci Taqwa (Domestika) · Agustus 10, 2026
Kumpulan esai tentang perjalanan rumah yang tidak sempurna, namun bertumbuh setara, lalu meneduhkan setiap penghuninya.
Isti To’qah · Juli 22, 2026
Lahir ke dunia sering kali dirayakan sebagai berkah. Namun, di balik selebrasi itu, banyak anak di Indonesia dan Asia tumbuh dalam bayang-bayang ekspektasi yang tidak tertulis.
Boy Richard · Juli 22, 2026
Ada satu momen yang tidak bisa dilupakan oleh Dwi Preti Natalia Tara'u atau yang akrab disapa Yenni, anggota Komunitas Setara 2024 dalam Generasi Setara (GenSet)—inisiatif Kopernik yang berupaya menantang norma gender tradisional untuk mewujudkan kesetaraan gender.
Isti To’qah · April 14, 2026
Sampai hari ini, saya sering merasa sesak menyaksikan bagaimana dunia menempatkan perempuan dalam narasi konflik. Kita seolah terbiasa melihat perempuan sekadar sebagai deretan angka dalam statistik kerentanan dan logistik bantuan.
Ida Ayu Gde Pradnyawidari Dharmika berkolaborasi dengan Jahe Biru · Maret 8, 2026
Zine Dari Yadnya Turun ke Hari, mengajak kita merefleksikan bahwa “yadnya” nggak selalu harus hadir dalam bentuk besar. Ia juga bisa tumbuh lewat hal-hal kecil yang dilakukan sehari-hari, dengan ketulusan dan keyakinan bahwa saat kita memberi, kita juga menerima. When we give, we gain.
GenSet berkolaborasi dengan Komunitas Setara · Januari 22, 2026
Podcast ini menjadi ruang untuk menengok kembali perjalanan, pembelajaran, dan perubahan yang terjadi setelah satu tahun menyuarakan nilai-nilai kesetaraan di berbagai bidang—mulai dari pendidikan, seni, komunitas, hingga ekonomi.
Try Tualaka · Desember 30, 2025
Di Indonesia, pengalaman perempuan sejak usia dini masih kuat dibentuk oleh norma gender yang timpang. Berbagai laporan lembaga seperti Badan Pusat Statistik dan Komnas Perempuan menunjukkan bahwa anak dan remaja perempuan kerap mengalami kekerasan berbasis gender nonfisik, mulai dari ejekan atas tubuh, pelabelan moral, hingga pembatasan peran di ruang pendidikan dan sosial.
Asadulloh · Desember 19, 2025
Di antara percakapan anak muda yang semakin terbuka soal identitas, keberagaman, dan kesejahteraan mental, suara Assa menonjol bukan karena keras, tetapi karena jujur.
GenSet berkolaborasi dengan In Our Twenties · September 16, 2025
Bukan cuma soal uang, Samuel dan Claudia juga berbagi bagaimana komunikasi, kejujuran, dan partnership jadi kunci dalam pernikahan. Dari deal-deal penting sebelum nikah, cara membagi peran dalam mengurus anak, menghadapi komentar orang sekitar, sampai perspektif mereka yang berbeda dengan “standar umum” di masyarakat.
GenSet berkolaborasi dengan Ubud Food Festival · Juli 30, 2025
Simak rekaman panel yang berlangsung secara langsung di UFF 2025, diskusi ini membahas bagaimana pengetahuan budaya dan pengalaman lokal menjadi alat yang kuat untuk mendorong kesetaraan gender dan pertanian berkelanjutan.
GenSet berkolaborasi dengan The Maple Media · Juli 11, 2025
Berawal dari perkumpulan anak-anak “bandel” yang dipertemukan dalam sebuah teater, cerita band Voice of Baceprot (VoB) pun dimulai. Tonton selengkapnya untuk mengenal VoB lebih dalam, mulai dari pengalaman disepelekan, hingga membangun masa depan band metal beranggotakan tiga perempuan ini.
GenSet berkolaborasi dengan Magdalene · Juni 3, 2025
In this economy, pasangan harus double-income untuk memenuhi biaya hidup. Tapi, kalau urusan rumah tangga dan pengasuhan anak, masih jadi tanggung jawab perempuan. Bahkan diromantisasi di medsos lewat konten-konten viral. Kira-kira kenapa ya?
Cliford Rafael Kevin Kindangen · Januari 11, 2025
Di Manado semua lelaki diwajibkan bisa memasak. Sebab dapur memang tak seharusnya punya kelamin atau identitas gender.
Rahma Nur Labah · Januari 11, 2025
Penulis perempuan masih harus berjibaku menemukan ruang aman di dunia kepenulisan. Butuh lebih banyak dukungan agar mereka terus menggerakkan pena.
Isti Toq'ah · Desember 29, 2024
“Perempuan dan laki-laki harus diberi kesempatan yang sama. Tidak ada yang lebih rendah, tidak ada yang lebih tinggi” – Gus Dur