Wadah kolaboratif untuk berbagi gagasan, bertukar pikiran, dan bergerak bersama mendobrak norma-norma gender untuk mewujudkan generasi yang setara dan inklusif.
Komunitas Setara menjalankan berbagai inisiatif untuk mendorong kesetaraan dan inklusi di berbagai kota di Indonesia. Melalui seni pertunjukan, film, fotografi, pendidikan, keterlibatan masyarakat, kewirausahaan, dan berbagai pendekatan lainnya, mereka menantang norma-norma gender tradisional dan mendorong perubahan di komunitas masing-masing.
Kris Mheilda Setiawati, Shisilya Vismalida
Teng(g)ok merespons keresahan atas minimnya ruang bertumbuh di daerah, menjawab kurangnya pengetahuan tentang peran perempuan dalam ekosistem pangan, serta rendahnya upaya pengarsipan.
Devi Nur Safitri
Rangkai Saudari lahir dari keresahan atas minimnya ruang berkarya seniman perempuan dan transpuan, minimnya karya seni yang mengangkat isu ketimpangan gender, serta kurangnya ruang pameran untuk mendorong perubahan sosial.
Silvia Widi Ayomsari
Program pengembangan perangkat pembelajaran inklusif dan ramah anak berupa modul panduan, buku cerita, dan board game interaktif, yang mengenalkan nilai kesetaraan gender, keberagaman, dan kerja sama secara adaptif bagi guru, fasilitator, maupun orang tua.
Rimma Itasari Nababan
Ruang belajar untuk berbagi pesan, pengetahuan dan pengalaman yang menguatkan kesetaraan dan keberdayaan secara kolektif.
Mariana Yunita Hendriyani Opat
Inisiatif yang menggunakan seni, dialog, dan dokumentasi cerita untuk memperkuat pemahaman publik tentang kesetaraan gender, disabilitas, keberagaman, dan kesehatan reproduksi.
Annisa Ramadhani Wijayanto Putri
Inisiatif yang mendukung perempuan untuk merombak persepsi gender, meningkatkan kepercayaan diri dalam kepemimpinan, serta membekali pelaku UMKM perempuan dengan keterampilan praktis, sekaligus membangun komunitas perempuan yang mandiri, berdaya, dan suportif.
Dwi Agustin Rahayu
Proyek pertunjukan teater berbasis riset yang mengangkat kehidupan masyarakat pesisir Probolinggo, khususnya peran perempuan, relasi gender, dan dinamika sosial keluarga nelayan. Inisiatif ini dipentaskan bersama diskusi masyarakat untuk membuka ruang refleksi tentang kesetaraan gender.
Dwi Preti Natalia Tarau
Sekolah Setara adalah inisiatif yang menyediakan ruang belajar informal bagi generasi muda desa, untuk mempelajari bersama kesetaraan gender dan inklusi berdasarkan pengalaman hidup sehari-hari sebagai masyarakat desa.
Ananda Widya Purnama
Keluarga Setara mempromosikan pembagian peran pengasuhan dan pekerjaan rumah tangga yang setara antara pasangan, melalui rangkaian lokakarya interaktif bagi orang tua dan calon orang tua serta kampanye digital.
Ida Ayu Gde Pradnyawidari Dharmika
Nyujur hadir sebagai inisiatif refleksi bagi orang muda di Bali untuk mendiskusikan kesetaraan gender dan dogma tradisional lewat Guided Journal dan Conversation Card, mendobrak tabu “nak mule keto” lewat percakapan kritis yang dimulai dari kesadaran diri.
Annisa Khaerani, Ovy Novakarti, Roberth Tangdilian, Roudhotul Jannah
Inisiatif ini membangun ruang belajar inklusif yang mengupas tabu menstruasi dari sudut pandang personal, agama, budaya, kebijakan, hingga gerakan sosial. Peserta didorong menjadi agen perubahan yang percaya diri membicarakan menstruasi dan membuka percakapan setara di komunitasnya.
Lena Sutanti
Inisiatif film ini bercerita tentang perempuan dan beban ganda (multiple burden) yang mereka hadapi, dengan proses produksi yang melibatkan partisipasi masyarakat pedesaan (rural).
PERARU (Perempuan Menata Ulang Ruang Perawatan) hadir sebagai inisiatif yang berangkat dari perspektif keadilan sosial dan lingkungan, dengan menempatkan pengalaman perempuan sebagai pintu masuk untuk mendorong perubahan yang lebih luas.
Muhammad Iqbal
Ruang Belajar “Suara Sasamaan Remaja Banjar” mendukung remaja melalui kelas offline tentang kesetaraan gender, maskulinitas positif, dan keadilan relasi. Lewat metode partisipatif dan praktik lapangan, program ini membangun kesadaran kritis agar remaja lebih inklusif dalam kehidupan sehari-hari.
Elviza Diana
Inisiatif ini merevitalisasi seni Topeng Labu Muaro Jambi sebagai ruang budaya yang lebih inklusif dan setara gender, membuka partisipasi perempuan dan kelompok marjinal tak hanya sebagai penampil, tetapi juga perajin, konseptor artistik, dan pengambil keputusan kreatif.
Muh. Rinci Taqwa
Domestika adalah akademi kecakapan rumah tangga yang mengembalikan ilmu perawatan hunian bagi warga urban melalui kurikulum yang inklusif. Selain keterampilan dasar, program ini juga dirancang untuk mencetak pekerja profesional dan wirusahawan tanpa bias gender.
Advent Roni Herman Situmorang
Rumah Setara Photovoice Exhibition adalah inisiatif yang bertujuan untuk mengajak orang muda Kota Medan untuk mendobrak norma “Peran Perawatan” dengan metode Photovoice guna menciptakan keadilan gender.
Ais Jauhara Fahira, Ilham Dwi Wijaya, Isti Toq'ah, Meyriska Gracia Sutrahitu, Vevi Alfi Maghfiroh
RASA (Relasi Saling dan Setara) Project adalah inisiatif untuk mengeksplorasi relasi spiritualitas dalam 5 dimensi: 1) intrapersonal, 2) interpersonal, 3) familial dan/atau marital, 4) sosial, dan 5) transpersonal/alam semesta.